Senin, 09 November 2020

Hati Terasa Membeku Part 1

Hati Terasa Membeku


    
Siang berganti sore dan sore menerjang cakrawala menuju malam, kini kian terus berganti aku disini yang tak tahu menahu duduk menatap langit dan terdiam dalam sepi menanti akan jawaban yang belum ada kepastian akan balasan.

    Hai jumpa lagi blog kesayanganku yah walaupun tulisan ku masih jelek dan banyak yang harus diperbaiki mungkin dalam waktu dekat ini aku akan sering-sering menulis di Blog,  ada beberapa hal yang mungkin akan aku ceritakan mengapa diera digital ini jamannya YouTube, Instagram, Twitter (ya yang satu ini didalamnya cuma ada orang-orang pinter atau orang sok pinter wkwkwk oops) tapi aku tetap melilih blog ya alasannya cukup sederhana sih karena aku suka cerita ya walaupun kadang saat aku cerita sering nggak didengarkan sama orang yang aku ajak ngobrol yah makanya aku akan cerita apapun yang aku rasakan didalam Blog ini mungkin suatu saat ada orang yang membaca blog ini yah aku akan sangat berterimakah jika mau menyempatkan membaca blog ini walaupun sedikit manfaatnya hihihi.

Oke ini awal kisah ku, dulu saat dibangku SD aku suka bergaul senang ketemu dengan orang baru enak diajak ngobrol suka bercanda ya layaknya anak kecil saat SD, semua tak berlangsung mulus karena suatu ketika ibu aku mulai sakit-sakitan, dulu aku paling dekat dengan ibu aku karena suatu hal sih minta uang jajan hihihi bercanda ya sudah selayaknya anak laki-laki akan selalu terbuka dan dekat dengan ibunya, oh ya aku belum cerita aku terlahir anak ke 7 dari 7 bersaudara anak terakhir anak manja 6 laki-laki 1 perempuan sayangnya kakak aku yang ke 6 yang perempuan dipanggil olah Tuhan karena sakit demam berdarah dan itupun jauh sebelum aku lahir, mungkin enak ya punya kakak perempuan bisa jadi teman untuk cerita soal pacar hihihi, aku tidak tahu banyak soal kakak perempuan ku yang satu ini karena waktu ibu aku masih ada aku tak tahu kalau aku punya kakak perempuan dan aku mulai tahu ketika aku beranjak dewasa waktu menginjak SMP, ya ketika SD kelas 4 ke kelas 5 ibu aku masuk rumah sakit dan dalam waktu yang lama aku tak berjumpa dengannya dan waktu sore menjelang malam aku bermain bola dilorong-long gang rumah aku rasanya aku mulai gelisah kenapa ini ada apa ini singkat cerita teman kakak aku datang ke rumah memberi kabar ke bapak ada hal yang harus dikasih tahu, ya bapak aku sedang dirumah karena lagi sakit kalau nggak salah aku agak lupa terus aku pulang ke rumah aku dengar bapak aku nangis dan aku berjalan menuju kamar dan mulai gelisah pikiran campur aduk ya karena masih kecil emosi meluap-luap dan aku menangis mendengar ternyata ibu aku meninggal.

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan kita sekeluarga ngumpul bareng dirumah bangun jam 2/3 an untuk sahur untuk pertama kalinya tidak ditemani oleh ibuk, yang biasanya dibangunkan dengan disiram air wkwkwk bercanda dibasuh air wajah ku karena aku susah dibangunkan kalau sudah tidur sampai saat ini pun masih seperti itu hihihi, bangun terlalu mepet akhirnya masak indomie dan minum teh anget mengingat masa-masa itu terasa menyenangkan sekali, ya mau bagaimana lagi karena sudah waktunya semoga ibuk diberi tempat yang indah disana tenang saja anak mu ini kuat.

Ya itulah sama dimana aku mulai menjadi pendiam suka mengurung diri tak berbaur dengan teman, aku tak tahu mengapa mungkin saat itu aku merasa semakin dekat dengan seseorang maka akan terasa sakit saat ditinggalkan maka dari itu aku tidak terlalu mencoba terlalu dekat dengan seseorang dan memilih mempercayai diri sendiri. Singkat cerita masa SD pun berakhir dan mulai menginjak SMP...........

Share:

1 komentar: